Contoh teks anekdot tentang pendidikan

Posted on

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, anekdot adalah cerita pendek yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya tentang orang penting atau terkenal dan berdasarkan peristiwa yang sebenarnya.

Berikut ini adalah contoh teks anekdot tentang pendidikan:

Contoh I

Pelajaran online mata pelajaran bahasa Indonesia hari ini dimulai pukul 09.00. Dila bersiap di depan laptop. Buku dan alat tulis juga tersedia. kelas dimulai.

Guru: “Selamat pagi semuanya.”

Para siswa menjawab dengan suara bulat. Beberapa wajah mereka terlihat jelas di layar. Kebanyakan hanya mengaktifkan suara tanpa video

. Beberapa kualitas gambar buruk karena keterbatasan perangkat. Namun, Dila merasa kelas hari ini lebih ramai dari biasanya. Syukurlah, teman-temanku masih menantikan sekolah.

Guru: “Hari ini kita akan melanjutkan diskusi dari minggu lalu. Sebelum itu, saya akan membahas tugas-tugas yang telah Anda kumpulkan. Tugas ini penting karena termasuk dalam kinerja semester.”

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan ke dalam email Anda.
email pendaftaran

Dila gugup. Dia tidak tahu ada pekerjaan. Dia membolak-balik buku catatannya,

tetapi tidak ada coretan atau pengingat bahwa ada operasi di Indonesia. Dila tidak bekerja. Dia harus mengaku siapa tahu Bu Guru akan memaafkan dan memberi cahaya.

Baca juga: Teks Anekdot: Pengertian, Struktur, Ciri, dan Aturannya

Dila: “Maaf Bu. Maaf sepertinya saya lupa mencatat jadi saya tidak tahu apakah saya ada tugas.”
Guru : “Kenapa? Saya sudah jelas memberi tahu kalau ada pesanan. Saya juga sudah memberi tahu lewat Whatsapp. Jadi masih lupa. Itu siapa yang belum dibuat?”
Dila : “Saya, Bu. Nama saya Dila.”
Guru: “Siapa Dila?”
Dila: “Dila Suciwati, absen 9.”
Guru: “Saya tidak punya murid bernama Dila.”
Dila: “Kenapa Bu Indri marah? Saya muridmu, Bu.”
Guru : “Nah, sejak kapan nama saya Indri?”
Dila: “Oh, tunggu dulu. Ini benar-benar SMA Sukareja, Indramayu, kan Bu?”
Guru : “TIDAK! Ini SMA Wangun Lor, Kediri!”

Contoh II

Saat perayaan Idul Adha, pihak sekolah menyembelih dua ekor sapi dan lima ekor kambing.

Panitia memotong daging, siswa lain bisa berkumpul di kelas atau di lapangan. Tidak ada pelajaran.

Aldi, Beni dan Nuri memanfaatkan kesempatan ini untuk bermain di dalam kelas. Mereka membawa kartu remi dan permainan monopoli dari rumah. Mereka menghabiskan setengah hari bermain di kelas sampai konselor datang. Guru BK memeriksa kelas. Mereka ditangkap dan dibawa ke kantor BK.

Guru BK: “Kamu tidak tahu malu. Di hari suci seperti ini, daripada bermain kartu!”
Keempat siswa itu diam, tidak membantah.
Guru BK : “Mau jadi apa kamu selanjutnya? Jadi bandar taruhan?”
Aldi : “Kita main-main saja pak. Tidak ada uang juga.”
Guru BK : “Benarkah? berani membantah Itu salah, diberi nasehat malah ditolak. Ini Nuri lagi, kenapa perempuan main kartu seperti itu, siapa yang mengajarimu bermain remi seperti itu? Aldi? ben?”
Guru BK : “Tidak pak. Orang yang mengajari ayahku.”

Baca Juga: Memahami Anekdot dan Tujuannya

Contoh III

Seperti biasa, Lius bangun lebih awal. Sekolah dimulai pukul 07.00. Lius biasa bangun jam setengah lima untuk mandi dan membantu ibunya sedikit di dapur. Ketika dia kesulitan bangun, Ibu Liu akan menarik selimut dan mengguncangnya.

Pagi ini Lius bangun sendirian. Ia langsung menuju kamar mandi. Setelah mandi ia mengganti pakaiannya. Ibu Harunya sudah sibuk di dapur saat ini. Lius melihat ke kamar ibu dan menemukan ibu masih tertidur.

Lius: “Ibu, ibu, bangun! Ini tengah hari. Aku akan terlambat.”
Lius menarik selimut dan menggoyang-goyang tubuh ibu itu. Tapi ibu tidak bangun.
Ibu : “Mau apa nak? Aku lelah.”
Lius: “Oh, Ibu biasa membangunkan saya di pagi hari. Giliran saya untuk bangun, ibu malas. Bangun Bu. Apa yang saya makan untuk sarapan?”
Ibu : “Alamak, bangunkan aku pagi-pagi. Makan yang ada di kulkas, masak sendiri. Agak telat, aku baru saja memasak.”
Lius: “Bagaimana ibu ini! Anak itu ingin pergi ke sekolah dan harus memasak untuk dirinya sendiri.”
Ibu: “Saat-saat yang bising! Pagi itu merepotkan. Kamu bekerja sangat keras pada hari Minggu untuk pergi ke sekolah.”

LIHAT JUGA :

indonesiahm2021.id
unesa.id
unimedia.ac.id
politeknikimigrasi.ac.id
stikessarimulia.ac.id
ptsemenkupang.co.id